ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Geliat perencanaan pembangunan partisipatif kembali bergulir di wilayah Kecamatan Sendang. Pemerintah Desa Nglutung sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk tahun anggaran mendatang pada Kamis (15/1/2026). Forum strategis tahunan ini menjadi wadah krusial bagi masyarakat untuk menumpahkan aspirasi terkait kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan utama. Agenda yang dihelat di balai desa setempat ini terasa istimewa dengan kehadiran langsung Camat Sendang, Novi Cahya Putranto, S.STP., M.M. Kehadiran orang nomor satu di Kecamatan Sendang ini dinilai sebagai sinyal positif akan keseriusan pemerintah kecamatan dalam mengawal usulan-usulan prioritas dari tingkat akar rumput agar mampu menembus perencanaan di tingkat kabupaten.
Suasana musyawarah berlangsung dinamis dengan dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Komposisi peserta mencakup jajaran perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RT dan RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Tim Penggerak PKK, hingga perwakilan unsur kecamatan. Tingginya antusiasme peserta mencerminkan besarnya harapan warga Desa Nglutung agar pembangunan di wilayah mereka tidak hanya berjalan di tempat, melainkan mampu menjawab tantangan ekonomi yang kian kompleks.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat, isu infrastruktur fisik mendominasi pembicaraan. Warga secara aklamasi menyoroti dua kebutuhan mendesak yang dinilai sudah dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan segera. Poin pertama adalah peningkatan kualitas Jalan Poros Desa ruas Talang–Nglutung–Krosok yang terletak di Dusun Cerme. Ruas jalan ini merupakan urat nadi perekonomian warga, menghubungkan sentra-sentra pertanian dengan pasar. Kerusakan pada jalur ini selama ini dinilai telah menghambat mobilitas dan meningkatkan biaya angkut hasil bumi.
Poin kedua yang tak kalah krusial adalah perbaikan saluran irigasi Dung Pucang 2 yang berlokasi di Dusun Tambak, Desa Krosok. Meski secara administratif berada di perbatasan, fungsi irigasi ini sangat vital bagi keberlangsungan lahan pertanian warga di wilayah sekitarnya. Warga menilai, tanpa perbaikan irigasi yang memadai, produktivitas pertanian akan terancam menurun, yang berimbas langsung pada pendapatan petani. Menanggapi derasnya usulan warga, Kepala Desa Nglutung, Katam, memberikan apresiasi atas kepekaan warganya terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa Musrenbangdes memang didesain sebagai ruang terbuka dan demokratis untuk menyerap aspirasi murni dari bawah.
Kendati demikian, Katam juga mengajak masyarakat untuk berpikir realistis mengenai keterbatasan kemampuan keuangan desa.
“Jalan Talang–Nglutung–Krosok dan irigasi Dung Pucang 2 memang menjadi prioritas karena dampaknya langsung dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari. Namun, kami juga harus jujur dan transparan, bahwa kemampuan anggaran desa (APBDes) sangat terbatas. Oleh karena itu, penentuan skala prioritas menjadi kunci agar pembangunan bisa berjalan bertahap namun pasti,” tegas Katam di hadapan peserta musyawarah.
Sementara itu, Camat Sendang, Novi Cahya Putranto, menekankan pentingnya kualitas perencanaan. Menurutnya, usulan yang muncul di tingkat desa tidak boleh hanya sekadar daftar keinginan (wish list), melainkan harus berbasis kebutuhan riil (need assessment) yang terukur. Camat Novi menjelaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memastikan sinkronisasi antara usulan desa dengan arah kebijakan pembangunan di tingkat kecamatan dan Kabupaten Tulungagung.
“Usulan desa harus disusun secara terukur dan logis agar dapat disinkronkan dengan perencanaan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Usulan yang kuat datanya dan jelas urgensinya, akan lebih mudah bagi kami untuk memperjuangkannya di Musrenbangcam (tingkat kecamatan) nanti,” ujar alumni STPDN tersebut.
Di penghujung acara, sejumlah tokoh masyarakat menitipkan pesan agar hasil Musrenbangdes ini benar-benar dikawal hingga tahap realisasi. Warga berharap forum ini tidak berakhir sebagai seremoni administratif semata. Tanpa transparansi dan komitmen pelaksanaan yang kuat, perencanaan yang baik dikhawatirkan hanya akan menjadi tumpukan dokumen tanpa dampak nyata di lapangan. Musrenbangdes Desa Nglutung tahun 2026 ini ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan usulan prioritas. Momen ini menandai satu langkah maju upaya Desa Nglutung menuju pembangunan yang lebih tepat sasaran, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Pewarta T Santoso
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih

















