Metamorfosis adalah Perubahan Bentuk, dan bila dikaitkan dengan organisasi maka ada banyak hal menarik mengenai perubahan bentuk itu sendiri. Seolah tak pernah habis dan basi bila kita bergumul dengan segala aktivitas organisasi, baik ormas, maupun Partai Politik.
HKTI misalnya, khususnya Jawa Timur, yang sekarang ini disibukkan dengan Program Akselerasi demi percepatan pembenahan DPC DPC agar lebih tertib secara administrasi dan hidup secara organisasi, kenapa hidup? karena memang harus berdasarkan basis anggota.
Bagi Tim Akselerasi yg diberi tanggung jawab oleh Ketua DPD dan Sekretaris DPD untuk pembenahan itu, terlihat semangat dan cenderung tanpa lelah, untuk menuntaskan tugas berat itu, yang hampir setiap minggu selalu saja mempunyai kegiatan Pra MusCab dan MusCab di Kabupaten/Kota yg telah dijadwalkan untuk menetapkan Ketua DPC Terpilih yg wajib hukumnya dipilih dan disetujui oleh semua PAC Kecamatan atau minimal 50 persen plus 1 di wilayah Kabupaten/Kota itu,
Berbeda memang dengan periode kepengurusan yg lalu. Di periode lalu, Ketua DPC ditunjuk atau Calon Ketua meminta agar dirinya ditunjuk menjadi Ketua DPC, kemudian tahapan selanjutnya menyusun kepengurusan, dan akhirnya diadakan acara untuk dilantik.
Namun di Kepengurusan Gus Ony dan Cak War hal itu di pandang sudah ketinggalan, karena stressing dan triger nya kita harus membangun basis, bila perlu sampai ke tingkat ranting/desa atau kelurahan, agar HKTI lebih dekat dengan Petani itu sendiri, sekaligus kita harus menjawab pertanyaan besar dari Dewan Pengurus Pusat, berapa sih anggota HKTI dan ada dimana ?
Bicara kedekatan HKTI dengan Petani, itulah poin sesungguhnya, disitulah perubahan bentuk itu, selain karena memang itu Garis Besar Kebijakan Ketua Umum, yang terlah berulang kali menegaskan bahwa permasalahan petani harus segera diselesaikan dengan cara mediasi, non ligitasi bahkan ligitasi bila perlu, agar permasalahan tersebut tidak menimbulkan permasalahan baru lagi, agar HKTI ada didepan, bila perlu disetiap masalah yg dihadapi petani.
Cara cara tersebutlah yg paling efektif untuk menjadikan HKTI ber metamorfosis dari hanya papan nama, dari hanya sebuah slogan, dari sebuah simbol, menjadi organisasi yg disegani sekaligus sexi dalam setiap langkah langkah konkritnya.
Ber Metamorfosis dari sesuatu yg tidak berguna menjadi sesuatu yg layak jual bahkan bermanfaat bagi banyak umat khususnya Petani adalah sebuah cita cita yg telah di tuliskan oleh para Founding Fathers dan Founding Mothers HKTI itu sendiri,
Jadi, tidak ada jalan lain, kita bergerak maju atau kita bergerak mundur, bagi seorang petarung sejati, sudah pasti tidak ada kata mundur, karena hanya dengan maju Metamorfosis atau Perubahan Bentuk Organisasi itu akan terjadi !
HKTI Jaya, Petani Sejahtera !
TSA

















