banner 728x250

Grebek Ramadan Desa Krosok Sendang Tulungagung: Pererat Silaturahmi di Tengah Tantangan Pemangkasan Dana Desa

banner 120x600
banner 468x60

    ROROKEMBANG  TULUNGAGUNG – Semangat kebersamaan terpancar jelas dalam kegiatan Grebek Ramadan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Krosok, Kecamatan Sendang, pada Maret 2026. Acara yang dikemas dalam bentuk pengajian dan silaturahmi akbar ini dihadiri oleh ratusan warga, tokoh agama, perangkat desa, ketua RT/RW, hingga jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan upaya desa untuk menghidupkan suasana spiritual sekaligus memperkokoh persatuan antarwarga di bulan suci.

banner 325x300

Kepala Desa Krosok, Susanto, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas keguyuban warganya. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang hadir membuktikan bahwa nilai-nilai gotong royong di Desa Krosok masih sangat kuat.

“Kegiatan Grebek Ramadan ini adalah wujud syukur kita. Selain meningkatkan nilai spiritual, kami ingin melalui forum ini silaturahmi antarwarga semakin erat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi modal utama kita membangun desa,” ujar Susanto.

Namun, di tengah kemeriahan acara, Kades Susanto juga memberikan penjelasan transparan mengenai kondisi fiskal desa saat ini. Ia menyampaikan kabar kurang menggembirakan terkait kebijakan pemerintah pusat yang berdampak langsung pada pembangunan di Desa Krosok.

Susanto menjelaskan bahwa Dana Desa (DD) untuk Krosok pada tahun anggaran 2026 mengalami pemangkasan yang cukup signifikan, yakni mencapai sekitar Rp500 juta. Penurunan pagu anggaran ini praktis mengharuskan pemerintah desa melakukan penyesuaian rencana pembangunan yang telah disusun sebelumnya.

“Kami harus jujur menyampaikan kepada masyarakat bahwa tahun ini ada pengurangan Dana Desa sekitar setengah miliar rupiah dari pusat. Hal ini tentu berdampak pada skala prioritas pembangunan infrastruktur. Kami mohon pengertian warga jika ada beberapa pembangunan yang tidak dapat berjalan secepat tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya secara terbuka.

Sebagai inti dari acara Grebek Ramadan, masyarakat diajak mengikuti pengajian agama yang disampaikan oleh Da’i Ustaz Romli, yang juga menjabat sebagai Modin Desa Krosok. Dalam tausiyahnya, Ustaz Romli mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki kualitas ibadah dan menjaga kerukunan sosial.

Tokoh-tokoh agama yang hadir juga berpesan agar warga tidak terpecah belah oleh dinamika sosial dan tetap mengedepankan sikap saling berbagi kepada sesama, terutama bagi warga yang kurang mampu di lingkungan Desa Krosok.

Acara ditutup dengan doa bersama dan berjalan dengan tertib hingga usai. Warga menyambut positif transparansi yang dilakukan kepala desa serta merasa tercerahkan dengan tausiyah yang diberikan. Masyarakat berharap Grebek Ramadan dapat dipatenkan menjadi tradisi tahunan sebagai ajang “bersih desa” secara spiritual.

Dengan segala tantangan anggaran yang ada, Pemerintah Desa Krosok berkomitmen untuk tetap mengoptimalkan sumber daya yang tersedia demi kesejahteraan warga, seraya menjaga agar harmoni sosial tetap terjaga di sepanjang bulan suci hingga Idulfitri nanti.


Pewarta: T Santoso


Catatan Redaksi: Apabila terdapat informasi yang perlu diklarifikasi atau sanggahan terkait isi pemberitaan, silakan hubungi Redaksi kami melalui:

  • Email: trikaryabangkit@gmail.com

  • WhatsApp: +62 877-8841-0108

banner 325x300