banner 728x250

Dinkes Tulungagung Komitmen Tangani Stunting Dengan Menggelar Sosialisasi Antrometri Kit

banner 120x600
banner 468x60

Rorokembang Tulungagung — Dalam upaya mencegah stunting melalui berbagai langkah antisipasi bersama tim penanganan stunting, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung berkomitmen penuh.

banner 325x300

Diantaranya komitmen tersebut telah melakukan sosialisasi Antropometri kit di seluruh Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmat melalui Koordinasi Kesehatan Gizi Masyarakat Yennis Lusiana Indah mengatakan, sosialisasi terkait Antropometri kit adalah rangkaian alat yang berfungsi untuk mendeteksi stunting pada anak melalui pengukuran berat badan, panjang dan tinggi badan serta lingkar lengan atas dan kepala.

“Antropometri kit ini sudah memiliki standar dari Kementerian Kesehatan, dan mengacu pada Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) No. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak,” ucapnya saat ditemui di stan pameran Rembuk Stunting di Hotel Crown Tulungagung, Senin (5/6/2023).

Dia menambahkan, dalam kegiatan Rembuk Stunting, pihaknya juga memperkenalkan aplikasi Keluarga Ibu Anak (KIA) online menggantikan yang dulunya berupa sebuah buku.

“Kemudian juga diberikan untuk alat konselor ASI (Air Susu Ibu), jadi bagaimana target ASI eksklusif, juga terkait ukuran lambung bayi mulai umur 1 hari, 1 bulan, dan seterusnya, disamping ukuran besarnya dan kebutuhan susunya,” tambahnya.

Disamping itu, Lusiana menyampaikan untuk program isi piringku seperti tadi sudah di displaykan mulai usia 6 bulan sampai usia balita (Bawah lima tahun), makanan ibu hamil dan menyusui.

Lebih lanjut Lusiana, menjelaskan, komitmen Dinkes Tulungagung melakukan secara serius dalam upaya mencegah dan penanganan stunting.

Atas komitmen tersebut, mendapatkan apresiasi dari Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., didampingi Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., pada saat melihat stan pameran.

“Tadi, Pak Bupati Maryoto sampaikan sangat mengapresiasi melihat Antropometri kit, karena di desa-desa belum mempunyai alat seperti ini,” terangnya.

“Kita berharap agar Pemkab bisa menganggarkan alat Antropometri kit, bisa dilakukan melalui Dana Desa,” ungkapnya

banner 325x300