banner 728x250

Bupati Tulungagung,menerima Bantuan secara simbolis Dari Mensos Tri Rismaharini

banner 120x600
banner 468x60

TULUNGAGUNG ROROKEMBANG – Lumbung Sosial adalah persediaan kedaruratan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.Lumbung itu didirikan di titik-titik rawan bencana, seperti Desa Keboireng yang masuk peta rawan tsunami.

banner 325x300


Guna memastikan kesiapan dan mengantisipasi penanganan bencana alam tsunami di daerah pantai pesisir pulau Jawa, menteri sosial Tri Rismaharini hari ini mengunjungi lumbung sosial dan sekaligus memberikan bantuan sebesar Rp. 338.108.759,-, Sabtu (25-12-2021)

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut antara lain Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, Dandim 0807 Tulungagung Letkol Inf Yoki Malinton, Kajari Tulungagung Mujiarto, dan Kepala Desa Keboireng serta beberapa Kepala Dinas dan Formpimcam Besuki.

Bantuan dari Mensos tersebut secara simbolis diterima langsung oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM di Desa Keboireng Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Adapun barang yang diperbantukan untuk mengantisipasi bencana diantaranya adalah berupa Buffer stock, barang lumbung sosial dan barang HTT.

“Jalur di pesisir pantai selatan sudah ada kajian dari BMKG, untuk itu kita harus siap siaga jika seandainya itu bener-bener terjadi, namun begitu mudah-mudahan jangan sampai terjadi bencana, kita berdoa aja.” terang Mensos Tri Rismaharini.

Tri Rismaharini juga menyampaikan, Lumbung Sosial tidak hanya di Tulungagung saja, tapi di sepanjang pantai selatan pulau Jawa. “Kita harus siap terlebih dulu sebelum ada kejadian bencana, seperti halnya jalur-jalur evakuasi juga harus di persiapkan secara matang. Untuk wilayah Tulungagung ada tiga titik rawan bencana ,” tambahnya.

Selain bantuan sembako dan lain – lain menurut Risma, bantuan tanki air untuk penyulingan air yang siap di minum juga sangat di perlukan pada lokasi bencana.

“Sedangkan untuk keperluan toilet darurat di tempat bencana, seperti bencana di darat kita akan selalu berkoordinasi dengan BMKG,” sambungnya.

Adapun Perengkapan di lumbung sosial seperti genset, tenda, selimut, keperluan bayi dan lain-lain sudah di siapkan di lumbung sosial. Selain itu ada ketersediaan generator set (genset) untuk memastikan ketersediaan listrik.

Sebab dari beberapa kejadian bencana, matinya listrik juga menghambat operasional alat komunikasi. Dengan ketersediaan listrik diharapkan alat komunikasi tetap berfungsi, sehingga koordinasi penanganan bencana masih bisa dilakukan.

“Jadi semuanya lengkap, air bersih, listrik, stok pangan, makanan siap saji, makanan anak-anak dan selimut. Tendanya belum dikirim, nanti kami kirim,” ujar Risma.

Kemensos juga menyiapkan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) untuk menolong warga. Bahkan menurut Risma, pihaknya telah menggandeng Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD untuk mempersiapkan mereka.

Termasuk kemampuan renang di saat darurat, untuk melolong warga. Untuk Desa Keboireng, saat ini yang masih kurang adalah jalur evakuasi. Jalur ini sebenarnya sudah ada, namun Risma minta untuk ditambah jelas nya

Pewarta Teguh Santoso

banner 325x300