banner 728x250

DLH Tulungagung Terkesan Tutup Mata Dengan Kondisi Sampah Di Pinka

banner 120x600
banner 468x60

Rorokembang Tulungagung – Masyarakat yang sering mengunjungi taman pinka mengeluhkan semakin memburuknya kondisi kebersihan di area tersebut. Tumpukan sampah yang berserakan di berbagai sudut bantaran sungai, telah menciptakan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata, serta menimbulkan bau yang tidak menyenangkan. Keluhan ini semakin mengemuka karena Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkesan tutup mata dan tidak mengambil tindakan yang tegas untuk menangani masalah ini.

Beberapa pengunjung taman yang ditemui mengaku kecewa dengan pelayanan DLH. “Kami datang ke taman ini untuk menikmati udara segar dan suasana yang asri, tetapi justru disambut dengan tumpukan sampah. DLH seharusnya lebih responsif dalam menangani masalah ini,” ujar Ratna, seorang pengunjung taman.

banner 325x300

Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah plastik, botol minuman, dan berbagai jenis sampah lainnya tersebar di sekitar area tempat duduk dan di sepanjang jalan. Selain itu, tempat sampah yang tersedia di taman juga terlihat penuh dan tidak segera dikosongkan bahkan di biarkan meluber ke sungai..

Masalah sampah ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem taman. Beberapa aktivis lingkungan menilai bahwa tindakan DLH yang lambat ini menunjukkan kurangnya komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian taman kota.

“Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan. Taman kota adalah ruang publik yang seharusnya bebas dari masalah sampah. DLH harus segera bertindak untuk membersihkan area ini dan memastikan pengelolaan sampah yang lebih baik di masa depan,” kata Arief, seorang aktivis lingkungan.

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp,Nanang Rohmat selaku RT di area pinka membenarkan adanya sampahnya yang berserakan di area pinka,bahkan tumpukan sampah yang tertampung di tempat sampah yang disediakan sampai meluber, hal ini sampai satu bulan belum di ambil oleh petugas kebersihan.
berakibat meluber sampah yang ada di tempat sampah sampai berserakan di sungai jelasnya.

Lebih lanjut Nanang mengatakan,”sebelum nya tempat sampah yang ada di bantaran sungai ngrowo setiap empat meter ada tempat nya sampah dari area makam sampai ke jembatan lembu peteng,namun sekarang tinggal tiga salah satunya yang ada di depan rumanya,jelas nya.

Saat disinggung keberadaan tempat sampah yang semula berjumlah banyak namun kini tinggal 3 Nanang mengatakan,”kemungkinan di pindah ketempat lain sedangkan yang sebagian sudah rusak jelas Nanang.

Sementara itu kepala dinas lingkungan hidup Drs. Santoso, M.Si
saat di konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp saat disinggung melubernya sampah yang berada di pinka seakan tidak percaya,dengan jawaban leres to (benar kah) .oh ya coba saya cek ke teman teman jawabnya.

Sedangkan Saat di singgung tentang keberadaan nya tempat sampah yang tinggal 3,santoso mengatakan,”Ngaten mas permasalahannya di sepanjang PINKA itu fasilitas itu sebenarnya untuk rumah tangga bukan untuk pedagang kaki lima, tapi kenyataannya ketika kemarin kita pasang dlm jumlah byk .itu dimanfaatkan Pedagang kaki lima seharusnya Pedagang kkaki 5 buangnya di tempat penampungan sementara bukan d tempat itu tuturnya.

Sedangkan untuk keberadaan tempat sampah yang dulu jumlah nya banyak bukan di pindah ke tempat lain akan tetapi dikarenakan kondisinya rusak.pungkas nya .
Sampai berita ini tayang tentang anggaran lagi untuk tempat sampah belum di jawab oleh KADIN LH
Pewarta T Santoso
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA+6287788410108 Terima kasih

banner 325x300